Hardiknas-Hari Otonomi Daerah, Bupati Dompu Paparkan Capaian Pendidikan
- account_circle Muh Taqdir
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- visibility 16
- print Cetak

Bupati Dompu Bambang Firdaus Pada Momentum Hardiknas Kabupaten Dompu Tahun 2026
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DOMPU – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah (Harotda) di Lapangan Bola Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Senin (4/5/2026), menjadi momentum bagi Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE. untuk menyampaikan sejumlah capaian pembangunan sektor pendidikan di daerah.
Dalam upacara tersebut, Bupati Dompu tidak hanya membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) serta Menteri Dalam Negeri, tetapi juga menyampaikan perkembangan dan berbagai program yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Dompu di bidang pendidikan.
Bambang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat karakter dan budaya peserta didik.
“Dalam kesempatan ini juga Pemerintah Kabupaten Dompu ingin menginformasikan beberapa hal penting terkait progres dunia pendidikan di Kabupaten Dompu,” kata Bambang dalam sambutannya.
Salah satu capaian yang disampaikan adalah telah diterapkannya mata pelajaran muatan lokal Dompu pada seluruh satuan pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda sejak usia sekolah.
Selain muatan lokal, Pemerintah Kabupaten Dompu juga terus mendorong penguatan literasi Al-Qur’an pada seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.
Program tersebut ditargetkan mampu mendorong seluruh lulusan SD di Kabupaten Dompu memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lancar serta mampu menghafal Juz 30.
Implementasinya dilakukan melalui berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah. Di antaranya khataman Al-Qur’an bersama, lomba tilawah, dan tahfidz pada jenjang SD dan SMP.
Menurut Bambang, pelaksanaan program tersebut telah menunjukkan hasil yang sangat baik. Kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter peserta didik yang religius.
Di sisi lain, implementasi kurikulum muatan lokal juga terlihat dari tingginya minat peserta didik mengikuti Festival Budaya pada jenjang SD dan SMP.
Antusiasme tersebut, kata Bambang, menunjukkan bahwa pengenalan budaya lokal di lingkungan pendidikan mendapat respons positif dari peserta didik. Pemerintah daerah pun berharap program tersebut dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas dan budaya Dompu.
Capaian lainnya adalah penurunan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Kabupaten Dompu disebut berada pada peringkat kedua di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam capaian penurunan angka ATS.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam upaya pemerintah daerah memastikan semakin banyak anak di Kabupaten Dompu memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan.
Bupati Bambang menegaskan, berbagai capaian tersebut tidak boleh berhenti pada angka atau penghargaan semata. Menurutnya, keberhasilan yang telah diraih harus terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, satuan pendidikan, orang tua, masyarakat hingga pemerintah daerah, untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan berbagai program tersebut.
“Saya harapkan apa yang telah mampu diraih bisa dipertahankan dan ditingkatkan untuk tahun-tahun yang akan datang demi mewujudkan Dompu yang Maju, Sejahtera, Religius, Berkeadilan dan Berbudaya,” tutupnya.
- Penulis: Muh Taqdir
